Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Warga Tidak Panik

Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Warga Tidak Panik
access_time 12 bulan yang lalu

Ada potensi tsunami 20 meter di Selatan Pulau Jawa

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Institut  Teknologi Bandung (ITB), serta Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP) melakukan penelitan. Dari situ disebutkan bahwa akan ada potensi tsunami 20 meter yang akan terjadi di Selatan Pulau Jawa.

Potensi tsunami tersebut disebabkan oleh gempa megathrust akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah  Indo-Austraila dengan Eurasia. Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG menekankan bahwa potensi tsunami 20 meter adalah skenario terburuk yang mungkin terjadi.

Jika “kuncinya” lepas bersamaan, maka bisa terjadi gempa 9 magnitudo

View this post on Instagram

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada pergerakan lempeng tektonik cukup aktif di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia yang mengarah pada potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami di selatan Pulau Jawa. "Ada (pergerakan) lempeng tektonik di Indo-Australia dengan Eurasia atau Lempeng Sunda di sebelah utaranya, sehingga lokasinya ada di selatan Jawa. Di laut lepas," kata Kepala Pusat Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta. Ia mengatakan potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami tersebut berada di sekitar 200 kilometer dari garis pantai di selatan Jawa ke arah laut bagian selatan. Sebelumnya, hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebutkan adanya potensi gempa dengan magnitudo 9.1 yang berpotensi menimbulkan tsunami hingga setinggi 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur. Terkait dengan prediksi potensi tsunami tersebut, Rahmat mengatakan kemungkinan potensi itu dapat dilihat dari adanya seismic gap, atau kekosongan kegempaan dalam periode waktu yang cukup panjang dengan magnitudo yang cukup signifikan. "Jadi data-data dari adanya seimic gap di selatan Jawa, dan itu sebetulnya dua segmen. Di situ ada dua segmen yang bila terjadi (patahan) secara bersamaan akan menimbulkan (gempa) magnitudo 9.1," katanya. "Jadi satu segmen terjadi (patahan) saja belum bisa diprediksi kapan terjadinya. Apalagi magnitudonya. Misalnya segmen di Jawa Barat magnitudonya 8.8, kemudian segmen di Jawa Timur 8.7. Nah, kalau itu terjadi bersamaan, itu bisa saja menimbulkan gempa magnitudonya 9.1," kata Rahmat lebih lanjut. Dan jika gempa tersebut terjadi, Rahmat mengatakan gempa tersebut dapat memicu patahan di segmen atau lempengan lainnya sehingga dapat menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo yang maksimal. Selain itu, Rahmat juga menekankan bahwa potensi tsunami tersebut sebenarnya tidak hanya bisa terjadi di selatan Jawa, tetapi juga di banyak wilayah Indonesia, antara lain di Pantai Barat Sumatera, bagian selatan Bali, Nusa Tenggara, bagian utara Papua, Manado dan Sulawesi Utara. – Baca berita selengkapnya di website #jktinfo (klik link di bio)

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on

Hasil penelitian yang dilakukan BMKG, ITB dan KPP mengungkapkan bahawa ada zona yang selama ini terkunci dan belum lepas. Sehingga energi gempa itu tertahan. Nah zona itu ada di Selatan Jawa Barat dan Selatan Jawa Timur. Kalau kuncinya lepas bareng-bareng, maka energi gempa bisa mencapai 9 magnitudo dan menimbulkan tsunami 20 meter,” tutur Dwikora seperti di kutip dari Liputan.6 dari Merdeka.com, Sabtu (26 September 2020).

Dwikorita meminta masyarakat untuk benar-benar memahami apa yang disampaikan. Gempa dengan 9 magnitudo dan tsunami 20 meter merupakan kemungkina terburuk yang akan terjadi. Dengan catatan, jika ‘kunci’ di dua zona tersebut lepas secara bersamaan.

Warga diminta tidak panik

Menurut Dwikorita, alasan BMKG mengumumkan skenario terburuk adalah agar semua pihak bisa semaksimak mungkin mempersiapkan mitigasi bencana. Sehingga, bisa meminimalisir jumlah korban jiwa maupun kerugian.

Kita umumkan skenario terburuk bukan untuk mebuat panik masyarakta, namun agar kita bisa bersama-sama semaksimal mungkin mencegah dampak yang akan terjadi dari bencana itu,“lanjutnya. 

Saat ditanya apakah gempa megathrust dengan 9 magnitudo dan tsunami 20 meter pasti akan terjadi, Dia menegaskan bahwa Tuhan yang tahu. Dwikorita menuturkan kalau ketidakpastian itu perlu diantisipasi dengan membuat persiapan maksimal. “Jadi kalau di tanya, apa akan terjadi? Ya saya tidak tahu,” tutur Dwikorita.

Kita manusia bisa menghitung. Kita menghitung skenario dan dampak terburuk,” tambahnya. Selai itu dia menuturkan bahawa “Potensi tsunami 20 meter” tidak memastikan seluruh Selatan Pulau Jawa akan tergulung tsunami. Ia menjelaskan, hanya pantai dengan ketinggian di bawah 20 meter yang berpotensi terkena tsunami. Sementara pantai dengan ketinggian di atas 20 meter akan aman.

Ketinggian suatu lahan kan tidak seragam. Ada tinggi dan rendah. Jadi jangan membayangkan seluruh Banten akan tergulung tsunami 20 menter. Hanya pantai yang topografinya di bawah 20 meter yang berpotensi. Ingat ‘berpontesi’ loh, jadi belum tentu terjadi,” tutupnya.

Bosan dengan gaya hidup yang itu-itu saja? Coba gaya hidup INI

Ngeri! 2020 Ngegas terus yah 🙁

close

Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Warga Tidak Panik

Search
close