Rangkuman Pandemi Lewat Pentas Tari Virtual “TRAN•SIT”

access_time 11 bulan yang lalu

TRAN•SIT menelusuri emosi di sekitar kita lerat pentas tari virtual

Pentas tari virtual TRAN•SIT usai digelar bulan Agustus lalu. Meski begitu, gelaran tersebut masih menyimpan cerita menarik untuk disimak hari ini.

Pentas tersebut diusung sebagai refleksi tahun 2020. Covid-19 yang muncul dan tak kunjung pergi terus memberikan dampak hingga hari ini.

Jessica Christina dan Inspyro Moves -wadah jejaring dan belajar untuk penari yang ia dirikan- pun bukan pengecualian. Dengan beragam intepretasi situasi yang ada, TRAN•SIT pun dihadirkan sebagai rangkuman pandemi lewat karya koreografi.

Baca juga: Perpaduan Kesegaran Aulion yang Bikin Betah di Rumah

TRAN•SIT, pentas tari virtual yang hadirkan refleksi diri lewat koreografi

Digelar secara virtual, TRAN•SIT dipentaskan dalam 3 babak.

Babak pertama yang bertajuk “Untuk pulih, kau dapat memilih,” menghadirkan tarian solo dari Jessica Christina.

Pentas dilanjutkan di segmen kedua yang disebut “Tanpa pandang bulu, tanpa persiapan, tanpa perpisahan” dan segmen ketiga yang disebut “Untuk memulai kembali.”

View this post on Instagram

why we called it tran•sit? ‘It’s a reflection of the situation we are facing right now in respond to covid pandemic. The sudden changes that happened in our lives when the virus came, the struggles to be quarantined at home, the challenges on doing almost everything virtually, and now how we try to adapt with the new norm and to overcome this season. It is not easy for everybody. Through this piece we want you to know that you are not alone, we are in the phase of tran•sit together, moving from the old way of life to a better version ahead. Let’s keep moving forward and don’t give up.’ TRAN•SIT will be released on our Youtube Channel this Sunday. Subsribe to the link on bio and turn on notification! ✨ #transitwithinspyro #inspyromoves #behindthescene #comingsoon #inspyroyoutubechannel #moveforward

A post shared by !NSPYRO MOVES (@inspyro_moves) on

Baca juga: Ternyata Sampah Juga Bisa Dimanfaatkan Untuk Mendukung Lifestyle yang Leave No Trace

Ada 10 I.M. Officials -sebutan untuk para pengajar dan penari Inspyro- yang tampil di TRAN•SIT. Tak cuma lewat koreografi, pentas ini juga diisi karya puisi yang muncul di segmen kedua.

Gelaran ini dipentaskan di hadapan penonton berjumlah sedikit. Dengan demikian, TRAN•SIT bisa berlangsung dengan lebih interaktif dan intim.

Pada akhirnya, TRAN•SIT tak cuma jadi refleksi diri, namun juga sebagai momen untuk menaruh harapan esok hari.

Bagi Jessica Christina, TRAN•SIT adalah momen kebangkitkan semangat untuk saling bahu membahu dan berjuang bersama, meski rentan dan diliputi ketidakpastian.

Dengan sikap optimis, kita berharap dapat bangkit dengan lebih kuat dan bijak di kemudian hari,” tulis rilisan pers yang USSFeed terima.

Bosan dengan haya hidup yang gitu-gitu aja? Cobain gaya hidup INI!

close

Rangkuman Pandemi Lewat Pentas Tari Virtual “TRAN•SIT”

Search
close