Pemerintah Gandeng Google Untuk Pantau PPKM Darurat!

Pemerintah Gandeng Google Untuk Pantau PPKM Darurat!
access_time 3 minggu yang lalu

Pantau mobilitas masyarakat selama PPKM darurat, pemerintah kerja sama dengan Google

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mengambil data dari Google, Facebook dan Nasa selama PPKM darurat.

Gunanya buat melihat data yang terengage dari Facebook Mobility dan Google Traffic, juga cahaya malam dengan Nasa.

“KitaĀ engage Facebook Mobility dan Google Traffic serta cahaya malam dengan NASA. Dengan begitu, kita bisa lihat pelaksanaan dari PPKM ini apa dilaksanakan dengan baik.” kata Luhut dalam jumpa pers daring yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa.

Selain itu, Luhut menyampaikan pemerintah menghimpun data pergerakan warga pada 24 Mei hingga 6 Juni sebagai basis data. Selanjutnya data tersebut jadi perbandingan untuk melihat pergerakan warga selama PPKM darurat berlangsung.

Pemerintah pusat akan memantau data

Pemerintah akan memantau data tersebut. Kemudian lanjut diteruskan ke setiap pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Menurut Luhut, pemerintah perlu menekan mobilitas warga setidaknya sampai 30 persen. Hal ini untuk mengurangi angka penularan virus Covid-19. Tapi ia naikkan menjadi 50 persen supaya lebih optimal.

“Kita berharap kalau bisa minggu ini kita 50 persen, saya kira minggu depan kita akan mulai lihat flattening. Kemudian, kita lihat akan secara perlahan dia mulai menurun,” ujarnya.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan data, mobilitas warga baru berkurang sekitar 26-27 persen. Tentu hal ini belum mencapai target awal dari pemerintah buat menekan angka mobilitas.

Jadi ia berharap aparat daerah bisa terus gencar melakukan pembatasan pada PPKM darurat.

PPKM darurat

Sekarang PPKM darurat udah berlangsung, mulai dari tanggal 3 sampai 20 Juli. Beberapa aturan pengetatatan berlaku selama PPKM darurat.

Seperti sektor non-esensial (menurut pemerintah) yang wajib 100 kerja dari rumah. Seluruh kegiatan belajar mengajar secara online.

Sementara untuk sektor esensial berkali 50 persen maksimum staf work from home dengan protokol kesehatan. Cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, juga industri orientasi ekspor.

Gak cuma itu, Supermarket, pasar tradisional, pasar swalayan sampai toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasionalnya hanya sampai pukul 20.00. Dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Cuma apotek dan toko obat yang bisa buka full 24 jam.

“Kita akan tetap melakukan konsisten mengenai PPKM Darurat diterapkan dan penyekatan mobilitas terus dilakukan. Harap warga patuh karena ujung-ujungnya keselamatan kita semua,” tutur Luhut.

close

Pemerintah Gandeng Google Untuk Pantau PPKM Darurat!

Search
close