Pengalaman Makan di Warung Hantu! [Kisah Nyata]

Pengalaman Makan di Warung Hantu! [Kisah Nyata]
access_time 4 minggu yang lalu

Kamis Misteri : Pengalaman makan di warung hantu!

Makan di warung pastinya menjadi salah satu aktivitas umum yang biasa dilakukan sebagian besar masyarakat.

Pasalnya, warung makan alias (warteg) menyajikan berbagai sajian lauk yang menggungah selera.

Namun ternyata, selain warung makan ‘normal’, nyatanya ada warung makan ‘hantu’. Di mana tempat tersebut menjadi tempat ‘bersantap’ bagi para mahluk tak kasat mata.

Lewat utas yang dibagikan di Twiiter @ceritasisikanan, diketahui ada seorang pemuda yang tanpa sengaja pernah bersantap di warung hantu.

Sempat diperingati warga soal warung hantu

Pada suatu ketika, Galih yang merupakan warga kampung di desa itu mendadak merasa lapar di tengah malam.

Setelah sempat berputar-putar beberapa kali, akhirnya dia berhasil menemukan sebuah warung dengan lampu yang remang-remang.

Saat masuk ke dalam, dia melihat sudah ada lima orang lain yang sedang asik makan, dan tanpa pikir panjang dia langsung memesan mie telor.

Pengalaman Makan di Warung Hantu!
ilustrasi warung / via Polda Kalteng – Polri

Saking laparnya, Galih bahkan sempat menambah 2 porsi lagi. Setelah selesai makan, dia pun ngobrol asik bersama pengunjung lain.

Dari pembicaraan sederhana, obrolan masuk ke topik horor. Salah satu dari mereka menyebut Galih beruntung bisa menemukan warung ini.

Berhubung dia pendatang, Galih sama sekali tidak paham dengan fenomena apalagi keberadaan warung hantu di daerah sana.

Tidak lama setelahnya, Galih izin pamit pulang.

Gangguan mahluk gaib berwujud kera mengejarnya

Beberapa lama setelah itu, Galih pun lebih sering makan di rumah. Sampai pada satu titik dia mulai bosan dengan menu tempe orek atau olahan telur.

Diapun memutuskan untuk keluar dan mencari sate dan martabak manis. Namun setelah 3 jam berputar sampai ke alun kota, dia tidak menemukan santapan yang dicarinya.

Karena itu, dengan lemas dia memutuskan untuk pulang. Tapi ditengah perjalanan, keanehan terjadi.

Dia bertemu dengan kera besar yang secara mengejutkan mengejarnya yang sedang mengendarai motor dengan kecepatan 110 Km/h.

Karena terlanjur panik, Galih terus memacu motornya untuk bisa meninggalkan kera-kera yang mengejarnya.

Saat sedang fokus, dia teringat bahwa jalan ini bukanlah jalur utama dan jika teruskan akan membawanya ke hutan yang mungkin akan lebih banyak ‘gangguan’ lain.

Akhirnya dengan nekat, dia memutar motornya dan bersiap untuk menghadapi gerombolan kera yang mengejarnya.

Tapi anehnya, gerombolan tersebut hilang begitu saja.

Penasaran dengan fenomena itu, Galih menghubungi teman dinasnya dan menanyakan kejadian yang baru saja dia alami.

Kemudian dijelaskan bahwa kera itu adalah hantu methek, yaitu perwujudan hantu mirip kera namun berukuran lebih besar. Umumnya hantu itu jarang menggangu dan lebih ke iseng atau jahil.

Bersantap lahap di sebuah warung, Galih ditegur pak Kyai

Setelah beberapa lama usai kejadian dan semuanya normal, lagi-lagi Galih berniat untuk berkunjung ke warung.

Namun karena bosan dengan warkop langganan dan ingin berganti suasana, dia memutuskan untuk mencari warung lain.

Saat itu, dirinya belum tahu bahwa warkop langganannya adalah satu-satunya warung yang ada di desa tersebut.

Ia pun berjalan di sekitar desa, sampai dekat batas desa. Di situ dia melihat ada warung yang menyuguhkan beberapa jenis ayam dan menurutnya menggugah selera.

Karena tidak merasa ada yang aneh, dia pun memesan makanan dan bersantap di sana.

Setelah beres makan, Galih kemudian pulang dan menonton YouTube sampai ketiduran.

Namun saat subuh, secara mengejutkan ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata itu adalah pak kyai.

Tanpa berbasa basi, pak kyai mengingatkannya untuk segera berdoa. Sontak Galih pun bingung dengan pernyataan pak kyai.

Ternyata warung itu adalah warung hantu

Tidak mengerti dengan teguran pa Kyai, Galih sempat merasa terganggu. Namun karena sudah lelah, dia memilih untuk kembali beristirahat.

Di dalam tidurnya, dia melihat ada banyak mahluk aneh di warung yang kemarin dia kunjungi.

Saat dia terbangun, ternyata pak Kyai sudah berada di depan rumah yang mengajaknya untuk menuju warung tersebut.

Tanpa pikir panjang, Galih mengiyakan ajakan tersebut. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihat matanya.

Dengan sisa keberanian, Galih memilih melihat kehadiran beberapa mahluk lain, termasuk mahlkuk bertangan delana dengan dua kaki yang merapa ke warung tersebut.

Walau wajahnya mirip manusia, mahluk itu memiliki dua taring melengkung sepanjang 30 cm.

Tidak berapa setelah itu, dia juga melihat segerombolan hantu berwujud kera dengan bulu hitam legam, persis seperti yang mengejarnya waktu itu.

 

Bukan ayam, melainkan daging gagak

Selang beberapa hari setelah ditunjukan fenoman warung hantu, pak Kyai kali ini mengajak Galih mengetahui fakta di balik santapan yang dia makan di warung itu.

Dalam perjalan, pak Kyai menceritakan bahwa orang yang memiliki warung itu adalah pelaku pesugihan.

Bahkan daging ayam yang disantap Galih sebenarnya adalah daging burung gagak.

Usai beberapa lama perjalanan, mereka akhirnya tiba di sebuah lokasi. Nampak sebuah rumah besar dengan deretan mobil mewah yang berjajar.

Keduanya menunggu selama sekitar 1 jam, sampai akhirnya keluar sang pemilik rumah dengan mobil mewahnya.

Galih dan pak Kyai kemudian membuntuti mobil itu sampai akhirnya tiba di suatu lokasi yang dipenuhi sangkar berisi burung gagak.

Dari kejauhan keduanya memantau dan ternyata gagak itu memang dijadikan daging olahan untuk warung tersebut.

Lebih mengerikan lagi, seluruh kepala burung gagak yang sudah dipotong darahnya dituangkan dan dikubur di pohon besar dekat lokasi penyembelihan dan pemasakan.

Tuh gengs, ati-ati kalau ke warung malem-malem. Mendingan pesen online aja!

close

Pengalaman Makan di Warung Hantu! [Kisah Nyata]

Search
close