Lomba Sihir Kirim Surat Cinta untuk Jakarta Lewat Album Perdana “Selamat Datang di Ujung Dunia”

access_time 4 bulan yang lalu

Grup musik, Lomba Sihir akhirnya berhasil merilis album perdananya bertajuk “Selamat Datang di Ujung Dunia“. Lewat album ini, mereka ingin mengirimkan surat cinta untuk Jakarta.

Sebelum album ini lahir, mereka sempat merilis dua single terdahulunya yang berjudul “Hati dan Paru-Paru” dan “Apa Ada Asmara“. Nah, seperti apa ya keseluruhan lagu di album ini?

Lomba Sihir Rilis Album “Selamat Datang di Ujung Dunia”

Lomba Sihir
Sun Eater

Sejak awal, Lomba Sihir sudah bilang kalau album ini isinya seperti gado-gado. Warna musik yang berbeda-beda setiap lagunya seolah menjadi gambaran bagaimana kehidupan di Jakarta itu sendiri.

Baskara Putra (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal/gitar), Wisnu Ikhsantama (vokal/bass), Tristan Juliano (vokal/keyboard), dan Enrico Octaviano (drum) mempersembahkan 12 lagu yang eklektik tentang suka duka kehidupan di Ibu Kota alias ‘Ujung Dunia’.

Album ini adalah bagaimana kami, enam anak muda yang tumbuh besar di Jakarta, mencurahkan pahit manis yang kami rasakan di sini,” kata Natasha Udu.

Baca juga:

Sangat banyak topik pembicaraan yang dibahas dalam album ini. Ada lagu tentang tekanan untuk segera menikah (“Semua Orang Pernah Sakit Hati“), frustasi mengejar karier (“Polusi Cahaya“), sampai berbohong demi mencari keamanan (“Jalan Tikus“).

Uniknya, album ini memberikan kesempatan lebih bagi setiap personil untuk membuat lagu dan menyanyikannya. Kalau biasanya kita mendengar suara Baskara atau Natasha Udu, kali ini kita bisa mendengar Tristan dan Tama juga ikut bernyanyi sebagai vokal utama.

Dengan begitu, musik di tiap lagu pun turut beraneka ragam. Ada lagu rock di “Seragam Ketat” yang mengkritik sistem pendidikan, lagu dansa di “Ya Mau Gimana?” yang membahas kenakalan anak muda, sampai lagu pop di “Mungkin Takut Perubahan” yang membahas keengganan keluar dari zona nyaman.

Melibatkan Banyak Kolaborator

Lomba Sihir - Selamat Datang di Ujung Dunia
Sun Eater

Melanjutkan tren berkelanjutan di industri musik, album ini pun melibatkan banyak kolaborator di dalamnya. Kalau diperhatikan, ada suara Mohammed Kamga jadi pengisi vokal latar di “Selamat Datang” dan “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 6 (Selamat Jalan)“.

Selain itu ada Matter Mos yang membantu aransemen lagu “Ya Mau Gimana?” dan Kusuma Widhiana yang ikut berkontribusi dalam lagu “Polusi Cahaya” dengan memainkan piano. Tak ketinggalan sosok Petra Sihombing yang juga jadi salah satu tonggak utama berjalannya proyek “Tidak Ada Salju di Sini“.

Album ini semacam foto keluarga besar kami ramai-ramai dengan latar belakang Jakarta untuk dikenang oleh kami berenam dan tim kami selama-lamanya,” kata Baskara yang mayoritaas menulis lirik di album ini.

_

Nikmati album “Selamat Datang di Ujung Dunia” yang sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital.

close

Lomba Sihir Kirim Surat Cinta untuk Jakarta Lewat Album Perdana “Selamat Datang di Ujung Dunia”

Search
close