Vaksinasi Anak Muda “Dibuka”, Begini Syarat Dari Menkes

Vaksinasi Anak Muda "Dibuka", Begini Syarat Dari Menkes
access_time 7 bulan yang lalu

Menteri kesehatan buka peluang vaksinasi anak muda, begini syarat yang harus dipenuhi

Vaksinasi anak muda baru saja menjadi wacana terbaru dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Salah satu syarat wajibnya adalah dengan membawa dua warga lanjut usia (lansia) untuk turut di vaksin.

Upaya tersebut menurutnya perlu dilakukan, agar vaksinisasi 21,5 juta lansia di Indonesia cepat rampung dan selesai di awal. Pasalnya, lansia merupakan kelompok yang rentan terpapar covid-19 dan penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia.

Jadi saya nanti akan segera mengeluarkan kebijakan. Satu orang muda relawan boleh disuntik [vaksin Covid-19] asal membawa dua orang lansia. karena orang tua susah untuk diajaknya,” tutur Budi pada video unggahan akun Instagram Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jumat (26 Maret).

Ketersediaan vaksin jadi kendala utama program vaksinasi nasional

Budi melanjutkan, kendala utama program vaksinasi nasional saat ini adalah ketersediaan vaksin. Sejauh ini, Indonesia telah kedatangan sekitar 57,6 juta dosis vaksin baik dalam bentuk jadi maupun vaksin mentah (bulk).

Rinciannya, 3 juta vaksin jadi dari perusahaan China, Sinovac. Kemudian 53,5 juta vaksin bulk Sinovac, dan 1.113.600 juta dosis vaksin jadi AstraZaeneca.

Dengan kondisi terbut, Budi mengingikan agar vaksin lansia dipercepat dibandingkan dengan prioritas lain. Sebab, saat ini program vaksinasi memasuki tahapan kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan lansia.

Orang tua berisiko tinggi, itu harus disuntik awal. Di Indonesia lansia itu kalah rebutan, kalah sama wartawan, kalah sama politisi, karena mereka kurang bisa bertarung. Jadi, tolong dibantu orang tua, nenek, kakek kita,” jelasnya.

Menkes targetkan 500 ribu suntikan pada periode Maret-April

Lebih lanjutnya, mantan wakil menteri BUMN mengungkapkan targetnya melakukan penyutkan sebanyak 500 ribu suntikan pada periode Maret-April ini.

Pemerintah sendiri berkomitmen mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin dari empat perusahaan farmasi luar negeri untuk vaksinasi 181,5 juta penduduk Indonesia.

Dengan kondisi terbut, Budi mengingikan agar vaksin lansia dipercepat dibandingkan dengan prioritas lain. Sebab, saat ini program vaksinasi memasuki tahapan kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan lansia.
via Covid19.go.id

Seperti melansir CNNIndonesia, rinciannya adalah, 125,5 juta vaksin dari perusahaan China Sinovac. Kemudian 74 juta dosis vaksin dari Novavax; 82.8 juta dosis vaksin dari perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca; 66,4 juta dosis vaksin dari Pfizer, serta 78 juta dosis vaksin melalui skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI.

Kita atur phase-nya, Maret-April 500 ribu sehari, nanti Juni-Juli kita akan naik pelan-pelan ke 800-900 ribu dalam sehari,” lanjutnya.

Pesan Menkes bagi yang sudah melakukan vaksinasi

Mantan dirut Bank Mandiri itu sendiri kembali mengingatkan warga yang sudah selesai vaksin untuk tidak merasa kebal dan tetap patuh protokol kesehatan.

Apabila divaksin tunggu sampai 28 hari sesudah suntikan kedua, ini baru mulai terbentuk optimal. ‘Kapan saya boleh jalan?karaoke? kan gitu’, sebaiknya jangan ya,” imbuhnya.

Adapun sistem imunitas baru dapat bekerja optimal setelah 28 hari setelah warga mendapat suntikan dua dosis vaksin virus corona.

Gimana menurut lo?

Mau Belajar dari Bujangan Urban? Begini Proses Kreatifnya!
close

Vaksinasi Anak Muda “Dibuka”, Begini Syarat Dari Menkes

Search
close