Jerat Kos-Kosan Murah yang Ternyata “Berhantu”

Jerat Kos-Kosan Murah yang Ternyata "Berhantu"
access_time 3 bulan yang lalu

Kamis Misteri : Kos-kosan murah dengan sebuah cerita kelam di masa lalu

Kos-kosan murah pastinya menjadi ‘magnet’ tersendiri bagi setiap anak rantau. Terutama jika ingin menghemat budget, kos-kosan murah akan selalu menggiurkan.

Namun sayangnya tidak semua kos-kosan murah mampu memberikan kenyamanan bagi penghuni. Pasalnya kemungkinan besar ada ‘sesuatu’ di balik harga murah yang ditawarkan.

Salah satunya kisah yang dibagikan oleh @wahyuariyantn_ lewat sebuah utas di Twiiter. Dia menceritakan kisah nyata seseorang bernama Supri (nama samaran), yang pernah terjerat iming-iming kos murah.

Bahkan kos-kosan murah itu menjanjikan berbagai fasilitas yang membuat Supri tergiur. Namun pada akhirnya, Supri justru memilih pindah dari kosan itu setelah mengalami kejadian mengerikan dan mengetahui kisah kelam yang pernah terjadi di sana.

Kos-kosan murah rekomendasi teman berujung ‘pengalaman mistis’

Sebagai anak rantau dan pendatang di kota baru, Supri mendapatkan rekomendasi kos-kosan murah ini dari salah satu temannya yang bernama Baskoro.

Karena sudah mengenal Baskoro cukup lama, Supri pun meminta bantuan kepada temannya itu untuk mencarikan tempat tinggal.

Ternyata kosan tersebut tidak jauh dari tempat tinggal Baskoro dan hanya berjarak 10 menit. Saat pertama tiba di tempat tersebut, Supri sangat terkejut.

Karena rumah itu tampak begitu mewah dari depan, bahkan tidak terbayang kalau tempat tersebut memiliki kos-kosan.

Supri lantas bertanya kepada Baskoro, “Uangku 200 ribu beneran bisa dapet ngekos di sini?“. Tidak berapa lama seorang wanita renta kemudian menyapa mereka berdua.

Ia adalah ibu Asri pemilik rumah sekaligus kosan yang akan ditempati oleh Supri. Beliau kemudian membawa Supri untuk melihat lokasi kosan yang ternyata berada tepat di belakang rumah mewah itu.

Meski sudah berputar-putar dan melihat lokasi, Supri masih merasa janggal dengan harga yang begitu murah.

Ia sekali lagi bertanya kepada ibu Asri untuk memastikan harganya. “Benar bu 200 ribu saja?”, tanya Supri.

Ibu Asri mengiyakan dan memberitahu bahwa harga itu sudah termasuk air dan listrik. Mendengar hal itu, Supri pun tidak berfikir panjang dan langsung membayarkan uang sewanya.

Langsung disapa oleh ‘Penghuni’ kosan

Dengan bantuan Baskoro, Supri langsung merapikan barang-barangnya untuk menepati kamar barunya. Setelah beres, Supri yang merasa lelah kemudian langsung memutuskan untuk mandi agar terasa lebih segar.

Tidak butuh waktu lama, Supri kemudian tertidur pulas di kamar barunya sampai sekitar pukul 23.00. Dia pun terbangun karena perutnya merasa lapar.

Beruntung, bekal yang dibawakan sang ibu masih tersisa. Dia pun memutuskan untuk menikmati hidangan tersebut sembari ditemani sepoian angin dari kipas yang tertempel di dinding.

Namun saat sedang asik, Supri justru mendengar suara aneh dari ujung lorong lantai, tepatnya di dekat kamar mandi.

Berhubung diirnya tidak mau berfikir yang aneh, Supri pun berasumsi kalau suara itu adalah langkah kaki penghuni kos lain yang tinggal di lantai 2.

Sayangnya apa yang dipikirkan Supri seketika buyar. Secara mengejutkan dia mendegar suara wanita yang sedang tertawa kencang terbahak-bahak dan seketika berubah menjadi tangisan lirih.

Dibalut rasa ketakutan, Supri yang penasaran memutuskan untuk membuka pintu dan ‘mengintip’ ke arah kamar yang dicurigai menjadi ‘asal’ suara tersebut.

Anehnya, suara itu tetap terdengar namun Supri tidak melihat apapun di depan kamar tersebut. Seketika itu nyalinya ciut dan dia memutuskan untuk mencoba tidur meski merasa sangat takut.

Bertemu dengan ‘penghuni’ yang baru selesai mandi

Setelah tinggal di tempat itu beberapa lama, Supri akhirnya berkenalan dengan orang lain, termasuk Mas Ari yang ternyata tinggal satu lantai dengannya.

Walau awalnya merasa takut, lama kelamaan Supri mulai terbiasa dengan gangguan yang ada, sampai pada akhirnya ada suatu kejadian yang membuatnya sangat ‘terkejut’.

Sepulang dari kampus, Supri memutuskan untuk mandi. Kondisinya saat itu Mas Ari belum pulang dari tempat kerjanya.

Jadi hanyalah Supri yang ada di lantai itu. Saat sedang bersiap, Supri mendengar suara seperti ada orang yang sedang mandi di kamar mandi.

Sontak dia yang sedang tidur-tiduran langsung bangun dan dibuat penasaran dengan suara itu. Supri ingat betul bahwa sedari tadi, tidak ada sosok lain yang datang ke lantai dua.

Pasalnya sejak tiba, tidak ada suara yang menunjukan ‘kedatangan’ orang lain di lantai tersebut. Terlebih pintu kamarnya terbuka dan seandainya ada yang lewat pasti akan terlihat olehnya.

Selang lima menit kemudian suara byur-byur pun terhenti. Tapi suara tersebut digantikan dengan suara langkah kaki orang yang mendekat ke arah kamar Supri dan diapun melihat ‘penghuni’ yang selama ini menggangunya.

Setelah dirasanya aman, Supri yang masih penasaran memutuskan mengecek kamar mandi. Pikirnya jika memang sosok yang dilihatnya manusia, maka otomatis kamar mandi masih akan becek.

Namun saat tiba di saat, dirinya mendapati lantai tersebut kering dan air di bak mandi pun begitu tenang.

Selepas kejadian itu, Supri masih mendapatkan banyak gangguan lain mulai dari sepatu yang berpindah, dan suara burung gagak di dekat kamarnya.

Diganggu saat sedang mandi, Supri mendapati kisah kelam kosan tersebut

Selang beberapa lama setelah kejadian tersebut, Supri kembali mengalami sebuah kejadian yang kemudian membuatnya penasaran dengan tempat itu.

Mirip dengan kejadian sebelumnya, kala itu Supri yang baru terbangun dari tidur pulas langsung memutuskan untuk mandi karena badannya terasa begitu lengket.

Saat sedang asyik byar-byur alias mengguyurkan air ke badan, Supri mendengar suara lirih yang sama seperti yang dirinya dengar saat pertama tiba di kosan, bahkan suara itu lebih kencang dan terasa dekat

Dengan penuh ketakutan, Supri akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi dan keluar dari sana. Karena pikirnya sampai kapan mau berada di dalam situ.

Saat hendak membuka pintu, seketika suara tangisan itu berubah menjadi tawa khas mahluk ‘halus’. Sembari menggerutu dia bergegas membuka pintu dan berlari ke kamarnya.

Disitulah pertama kalinya selama tinggal di kosan, Supri melihat wujud dari sumber suara aneh yang kerap mengganggunya.

Di dalam kamar, Supri yang ketakutan juga masih dinganggu dengan suara gedoran keras di pintu. Beruntung tidak lama setelahnya Mas Ari datang dan suara itu hilang.

Setelah kejadian itu, Supri langsung menghubungi Baskoro dan menceritakan semua yang ia alami selama tinggal di kosan tersebut.

Baskoro mengaku tidak mengetahui apapun terkait kejadian itu. Supri yang penasaran kemudian memberanikan diri untuk bertanya pada warga sekitar.

Akhirnya dirinya mengetahui bahwa ada kisah kelam di balik kos-kosan murah tersebut.

Wah, buat anak rantau jangan mudah kemakan iming-iming kos murah yah!

close

Jerat Kos-Kosan Murah yang Ternyata “Berhantu”

Search
close