Hati-hati, Body Checking Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental!

Hati-hati, Body Checking Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental!
access_time 6 bulan yang lalu

Body Checking: perilaku yang bisa jadi gejala umum beberapa gangguan kesehatan mental

Perilaku Body Checking adalah salah satu gejala umum dari beberapa gangguan kesehatan mental seperti eating disorder, body dysmorphic disorder, dan anxiety. Namun buat kebanyakan orang perilaku ini juga sulit buat dihentikan.

Melansir dari Cosmopolitan, Body Checking merujuk pada tindakan obsesif. Orang yang melakukannya terlalu fokus dan sering memeriksa dan membandingkan tubuh mereka dengan orang lain.

Selain itu, perilaku ini bisa diartikan sebagai tindakan pas seseorang terlalu fokus dengan cermin untuk mengatur bagaimana pakaian mereka dan memeriksa diri sendiri.

Baca juga: Cara Styling Warna Merah, Hitam dan Putih Saat Ber-OOTD! Tren Warna 2021?!

Body Checking

Menurut Dr. Helen McCharty, psikolog klinis spesialisasi pada eating disorder. Ia juga seorang penulis buku How To Retrain Your Appetite, perilaku ini terbagi menjadi beberapa tingkat.

Hal ini tergantung tingkat keparahan dan pengaruh terhadap hidup penderitanya. Orang yang ingin mengubah ini bisa menggunakan cara yang sama dengan teknik meminimalisir anxiety. Soalnya penggunaan teknik ini bisa membantu untuk menoleransi rasa gak nyaman pas berhenti melakukan body checking.

“Body checking kemungkinan dapat menjadi suatu kebiasaan. Karena dalam beberapa cara hal ini telah membantu dirimu. Meskipun pada akhirnya memberi dampak buruk. Ketika sesuatu telah membantu kehidupan kita sebelumnya, ada kemungkinan besar kita akan mengulanginya lagi.” tutur Dr. Helen.

Pada penuturan ini, bantuan yang ia maksud bisa berupa rasa puas dan lega yang sementara, atau perasaan seolah memiliki kendali atas tubuh sendri.

Lantas, kayak gimana perilaku yang masuk kategori Body Checking?

Salah satu contoh dari perilakunya adalah mencubit, memegang perut, atau anggota badan lain. Terlalu sering menimbang berat badan, terlalu sering bercermin untuk memeriksa siluet tubuh.

Juga menyorot bagaimana rasa pas mengenakan pakaian, juga membandingikan tubuh dengan orang lain.

Cara menghentikan

Kalau Lo udah sadar perilaku itu terjadi pada diri Lo terlalu sering, Lo bisa menghentikannya jika Lo memiliki keinginan dalam diri sendiri.

Pertama, kalau Lo berulang kali menahan hasrat untuk melakukan perilaku-perilaku tersebut secara sengaja sambil melakukan teknik menenangkan rasa gelisah, frekuensi Body Checking bisa berkurang.

“Namun, jika body checking-mu berkembang dalam konteks faktor lain. Seperti rasa gelisah yang berlebihan dan kecenderungan untuk menjadi sempurna (perfeksionis), maka bisa saja body checking ini berkembang menjadi eating disorder.” 

Selain itu, Dr McCharty juga melanjutkan jika perilaku ini mungkin bisa terlihat seperti kebiasaan pada umumnya saja.

Tapi jika terus-terusan dilakukan ditambah dengan pola pikir dan perasaan tertentu tentang diri, bisa jadi ini waktunya untuk konsultasi dengan profesional.

Gak cuma itu, ia juga menjelaskan body dysmorphic disorder adalah sebuah kondisi kejiwaan yang masuk ke dalam kategori obsessive compulsive disorder.

Meskipun setelah membaca ini Lo merasa memiliki sejumlah indikator yang sama, jangan pernah self-claim. Lo membutuhkan jasa profesional untuk menentukan apakah Lo termasuk mengalami gangguan mental tersebut.

woman in white lace long sleeve shirt

kriteria body dysmorphic disorder

Kriteria dari gangguan mental ini adalah terlalu fokus terhadap kekurangan tertentu dalam penampilan fisik yang mungkin orang lain (sebenarnya) gak signifikan melihatnya. Fokus yang berlebihan ini menyebabkan tekanan atau gangguan secara seignifikan terhadap fungsi sosial, atau aspek kehidupan lainnya.

Saran dari Dr. McCharty, kalau Lo merasa Body Checking udah menyebabkan stres yang signifikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya Lo konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.

Selain itu, Lo juga bisa mengulang kalimat motivasi “Saya bernilai lebih dari angka yang ada pada timbangan saya” atau “Saya merasa nyaman dengan badan saya”. Pengulangan kalimat-kalimat ini bisa membantu Lo untuk berhenti dari perilaku Body Checking.

Love yourself first! <3

 

close

Hati-hati, Body Checking Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental!

Search
close