Never Have I Ever 2 Angkat Isu Eating Disorder? Ini Reviewnya!

Never Have I Ever 2
access_time 5 bulan yang lalu

Never Have I Ever 2 baru aja rilis, gimana kabar Devi?

Never Have I Ever 2 kali ini banyak memberikan kejutan baru yang bikin penonton – rata-rata gen z- semakin relate.

Ketidak sempurnaan Devi semakin terlihat, mengiringi perjalanan Devi pada season 2. Meski begitu, Devi juga banyak belajar mencari solusi dari setiap kecerobohan yang udah ia buat.

Masih bersama dengan kedua temannya, Eleanor dan Fabiola, para remaja ini mengarungi permasalahan demi permasalahan bersama yang relate dengan penontonnya. Mereka berdua menemani Devi mengarungi kehidupan percintaan segitiga yang seperti rollercoaster.

USS Feed juga berkesempatan buat ngobrol bareng Maitreyi (Devi) dalam roundatble interview. Ia banyak curhat soal keseruan di balik layar meski produksi syuting selama pandemi.

Maitreyi: “Never Have I Ever Season 2 itu pintar, gak terduga, keren!”

Pada season 2 ini, banyak kejutan yang gak terduga, salah satunya scene waktu Devi menari dengan koreo dance dan kostum. Baginya koreo dance adalah salah satu tantangan terbesar pada season ini. Apalagi dia gak banyak punya pengalaman menari, meski begitu ia tetap berhasil menuntas habis koreo dance itu.

Selain itu, menurutnya ada juga beberapa kesamaan karakter antara Devi dan Maitreyi. Keduanya sama-sama kompetitif, selalu mau jadi sempurna, dan a bit mess.

“Devi memang berantakan, tapi kita semua punya ‘berantakan’ masing-masing” tuturnya.

Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa Devi begitu relate dengan para gen Z yang baru aja atau lagi mengalami masa remaja. Meski ada berantakan sana-sini, hal itu sekaligus menjadi cara untuk menemukan solusi dari setiap permasalahan -yang gak sengaja- ia buat.

Pada season ini, Maitreyi juga mengungkapkan kalau Devi sebenarnya bisa lebih dari itu. Hidupnya gak hanya tentang Ben dan Paxton, tapi tenang aja, Devi punya caranya sendiri untuk menceritakan hidupnya yang kayak rollercoaster.

Angkat isu eating disorder, relate sama gen z

Pada season 1, Devi seakan masih procesing kematian ayahnya. Meski pada akhir season, ia bareng ibu dan tantenya berhasil merelakan abu ayahnya ke laut. Namun sayangnya Devi masih harus menjalani segelintir terapi untuk mengurangi anger issue yang ia alami pasca kematian ayahnya.

Gara-gara anger issuenya, Devi harus menelan pahit-pahit perbuatannya. Ia tanpa sengaja menebar rumor  kalau Aneesa, perempuan India baru, mengalami eating disorder.

Sayangnya ternyata rumor ini benar dan menyebar begitu cepat. Usut punya usut, semuanya gara-gara ulah Devi yang belum bisa mengontrol amarahnya. Kira-kira gimana hubungan Aneesa dan Devi?

Ben atau Paxton?

Maitreyi sendiri mengakui kalau kisah cinta Devi pada Never Have I Ever season ini bak rollarcoaster. Bukan rollercoaster biasa, tapi rollercoaster tertinggi di dunia. Tapi Devi being Devi, ada saja ulahnya yang ia perbuat.

Kisah cinta segitiga ini gak berakhir begitu aja, lagi-lagi Devi harus menemukan solusi dari segala permasalahan yang ia buat. Bagi gue sendiri, mungkin banyak juga yang relate soal percintaan rumit ini. Pada season 2 ini adalah tempat Devi berproses menjadi lebih dewasa dalam menentukan pilihan, sama seperti kita semua.

Jadi Devi berakhir dengan Ben atau Paxton ya?

close

Never Have I Ever 2 Angkat Isu Eating Disorder? Ini Reviewnya!

Search
close