“Puncak Covid-19 di Indonesia Diprediksi Terjadi di Agustus-September”, Begitu Kata Jokowi

"Puncak Covid-19 di Indonesia Diprediksi Terjadi di Agustus-September", Begitu Kata Jokowi
access_time 1 tahun yang lalu

Jika sebelumnya bulan Mei-Juli 2020 diklaim sebagai puncak kasus corona di Indonesia, ternyata prediksi tersebut salah.

Pengumuman soal prediksi kalau puncak virus corona (covid19) akan terjadi di bulan AgustusSeptember 2020, diumumkan langsung oleh Bapak Presiden Jokowi.

Prediksi tersebut mengacu pada angka-angka yang terus masuk, namun tidak menutup kemungkinan kalau bisa berubah lebih cepat jika kasus positif corona terus melonjak.

Kalau melihat angka-angkat memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir. Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda.‘ begitu tutur Jokowi.

Para menteri diminta untuk bisa bekerja ekstra

Setelah sempat mengancam akan melakukan reshuffle, Jokowi kembali mengingatkan dan meminta kepada semua mentri untuk terus bekerja keras dalam mengendalikan persebaran virus corona.

View this post on Instagram

@narasinewsroom Ancaman reshuffle kembali mencuat setelah video Presiden Jokowi memarahi para menterinya seperti dirilis akun YouTube Sekretariat Presiden. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, 18 Juni lalu itu, Presiden Jokowi terlihat berbicara dengan nada tinggi saat membahas beberapa isu terkait pandemi dan ekonomi nasional. Jokowi dalam pidatonya menegaskan agar para pembantunya tidak bekerja standar dan setiap kebijakan yang diambil harus berdasarkan situasi krisis yang sedang dihadapi. “Kebijakannya jangan biasa-biasa aja, atau menganggap ini normal. Kalau perlu Perpu atau Perpres saya keluarkan. Ini tanggung jawab kita sama rakyat. Saya melihat masih banyak yang biasa-biasa saja, itu buat saya jengkel,” tegas Jokowi. Presiden juga menyoroti belanja kementerian yang masih belum digelontorkan, khususnya Kementerian Kesehatan yang punya anggaran 75 triliun rupiah, tapi baru dikeluarkan 1,53 persen dari total anggaran itu. “Bayaran dan tunjangan untuk dokter, spesialis dan tenaga medis serta belanja belanja untuk peralatan kesehatan juga keluarkan. Bansos juga. Stimulus ekonomi juga kucurkan, jangan tunggu mereka mati atau di PHK baru keluar, percuma,” ujarnya. Bahkan, dalam sidang kabinet itu Jokowi mengeluarkan ancam akan mengambil langkah-langkah politik. "Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Kalau Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah. Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan," tegasnya. Penulis Teks: Wahyu Arifin Perancang Rupa: Fitriah Deliana Video Editor: Purmaidi Takana #Narasi #Narasinewsroom #News #BeritaTerkini #Presiden #Jokowi #JokoWidodo #Menteri #Reshuffle

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

Jokowi pun menyamapaikan bahwa singgungan dan teguran keras beberapa waktu lalu yang disampaikan kepada menteri, semata-mata sebagai dorongan untuk bisa memotivasi kinerja dari para mentri.

‘Oleh sebab itu saya meminta pada para mentri untuk bekerja keras. Tapi kalau mintanya dengan agak berbeda, yaitu memotivasi para menteri agar bekerja lebih keras lagi. Bukan marah, memotivasi. Agar lebih keras lagi kerjanya.’ begitu tutup Jokowi.

Penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia masih terus melonjak

Seperti dilansir dari akun Twitter @KawalCovi19, per 13 Juli 2020, terdapat 76.981 kasus dengan Jawa Timur sebagai provinsi penyumbang angka kasus tertinggi di Indoneseia, sementara Jakarta menyusul di posisi kedua.

Presiden Jokowi sendiri mengaku sudah menyoroti persebaran kasus di 8 provinsi tertinggi di Indonesia seperti Jatim, Jakarta, Jabar, Jateng, Sumut, Kalsel, Sulsel dan Papua.

Source : CNNIndonesia

Kalau mengacu pada apa yang terjadi sekarang dengan pelonggaran PSSB, masyarakat seperti seolah lupa dengan adanya virus corona dan bukan hidup “new normal”, melainkan “just normal.”

Terbukti dengan banyaknya orang yang masih enggan menggunakan masker meskipun ada di sebuah kerumuman.

Let’s wait and see!

 

close

“Puncak Covid-19 di Indonesia Diprediksi Terjadi di Agustus-September”, Begitu Kata Jokowi

Search
close