Perempuan Asal Surabaya Ini Hidup di Yacht, Bersihkan Pantai Norwegia dari Sampah!

Perempuan Asal Surabaya Ini Hidup di Yacht, Bersihkan Pantai Norwegia dari Sampah!
access_time 3 minggu yang lalu

Gak seperti kebanyakan orang yang WFH saat pandemi, perempuan asal Surabaya, Ika Permatasari-Olsen punya kehidupan yang unik. Bukan di rumah, 2,5 tahun terakhir ini ia bekerja menjalankan kegiatan sehari-harinya dari kapal yacht di Norwegia.

Melansir laporan VOA, Ika hidup di kapal bersama dengan pasangannya yang merupakan warga Norwegia, Oyvind Olsen. Katanya, kehidupan nomaden itu “menyenangkan dan asyik”.

Hebatnya, gak asal berlayar, ia juga membersihkan limbah plastik di pulau-pulau dan pantai-pantai negara tersebut. Penasaran dengan kisah petualangannya? Simak, nih!

Awal mula perjalanan, hampir menyerah

Ika Permatasari, Perempuan asal Surabaya bersama suami, Oyvind Olsen.
Foto: Ika Olsen

Awalnya pada tahun 2018, Ika yang bekerja kantoran di bidang IT di Surabaya enggan meninggalkan kehidupan daratnya. Namun, Oyvind yang saat itu lebih berpengalaman terus berusaha meyakinkannya.

Pak Olsen sudah lama tinggal di yacht dan dia sudah keliling-keliling. Terus, dia bilang, kenapa kita ngga liburan ke yacht aja, kan gantian, gitu. Akhirnya oke-oke, let me try,” pungkasnya pada VOA.

Perempuan asal Surabaya itu terbang dari kota asalnya menuju Spanyol untuk mengambil kapal bernama North Eagle milik pasangannya yang saat itu sedang berlabuh di sana. Rute pertama dari Bercelona ke Majorca di Spanyol ini berjalan penuh tantangan selama 30 jam.

Angin yang kencang disertai mabuk laut membuat Ika hampir menyerah dan ingin kembali ke Barcelona. Hampir.

Oyvind terus membujuknya untuk mencoba lagi hingga akhirnya Ika ‘betah’ dengan kehidupan di kapal.

Kisah perempuan asal Surabaya bersihkan pantai Norwegia

Semenjak pandemi Maret 2020, beberapa perbatasan negara harus tutup sehingga mereka memutuskan untuk berlayar di perairan Norwegia saja.

Di sini lah Ika mulai berkenalan dengan organisasi “In the Same Boat“, yang bertujuan membersihkan limbah plastik dari pulau dan pantai-pantai di negara tersebut.

Kegiatan ini ia lakukan bersama para relawan lainnya dari seluruh dunia dengan membawa berbagai peralatan, mendatangi pulau dan pantai. Bahkan, ia pernah membantu mengumpulkan 1,7 ton plastik hanya dalam dua hari dan membawanya ke perusahaan daur ulang. Bagi mereka, ini adalah kegiatan yang produktif dan berarti di tengah pandemi.

Setelah 2,5 tahun berlayar, Ika dan suaminya punya rencana untuk berlayar ke Greenland, Kanada, AS, Selandia Baru, hingga akhirnya Indonesia. Tentunya, saat pandemi sudah membaik.

Like a dream comes true!

Baca juga:

close

Perempuan Asal Surabaya Ini Hidup di Yacht, Bersihkan Pantai Norwegia dari Sampah!

Search
close