Berawal dari The Boeing Company, perusahaan multinasional yang merancang, memproduksi, dan menjual pesawat terbang mengalami isu kontroversial pada produk pesawat Boeing 737-Max 8 yang menyebabkan terjadinya kecelakaan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines. Hal ini membuat hampir semua pesawat 737 di grounded dan puluhan pilot yang mengeluh karena kesulitan dalam menerbangkan pesawatKerusakan Boeing berasal dari bug komputer yang telah di perbaiki, Namun ternyata masalah ini lebih besar daripada itu.

Permasalahan ini dimulai ketika Boeing ingin mengalahkan rival-nya yaitu Airbus. Pada tahun 2010, Airbus meng-upgrade turbo fan engine (lingkaran merah), alhasil dari pembaharuan ini bahan bakar yang dikeluarkan 15% lebih murah dari yang biasa, selain itu pilot tidak perlu pelatihan yang tidak menyulitkan membuat pilot mudah menerbangkannya. Hasil pembaharuan engine ini membuat pesawat bisa menyimpan uang lebih banyak.

Solusi untuk mengalahkan rivalnya, Boeing meng-upgrade turbo fan engine menjadi lebih besar. Setelah memperbarui mesin, Boeing-737 Max 8 sukses menjadi produk yang paling laris di pasar penerbangan dunia dengan penjualan lebih dari 8000 unit hingga akhir Desember 2014 dengan pesanan yang belum terkirim mencapai 4037 unit pada bulan Oktober 2014.

Yang menjadi permasalahan untuk pembaharuan mesin Boeing adalah pesawat body Boeing-737 (garis merah) lebih rendah dari Airbus 320 Neo sehingga turbo engine fan yang baru melebihi sayap (Garis Biru) Boeing-737 Max 8. Hal ini yang menyebabkan Boeing-737 Max 8 memiliki kecacatan pada saat lepas landas. Ketika berada dalam posisi full thrust, Boeing-737 Max 8 jauh melebihi flight path yang akhirnya membuat pesawat mengarah terlalu ke atas. Boeing akhirnya mencoba untuk memperbaiki dengan memasang software stabilizer untuk membantu mendorong pesawat berada di posisi sejajar yang dinamakan sebagai MCAS atau Manuvering Characteristics Augmentation System.

Sayangnya Boeing-737 Max 8 tidak menyebut MCAS pada saat pelatihan. Pelatihan yang berlangsung selama 2 jam melalui iPad tidak menyebut MCAS sehingga pilot tidak mengetahui software baru dari Boeing. Banyak pilot mengeluh dengan pesawat Boeing-737 Max 8 karena pesawat yang dikendalikan cenderung lebih mengarah kebawah ketika dalam posisi terbang.

Hingga menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air Flight 610 di Laut Jawa pada tanggal 29 Oktober 2018 dan pesawat Ethiopian Airlines juga jatuh pada 10 Maret 2019. Meskipun Boeing telah memperbarui lagi sistem MCAS agar tidak aggresif dalam mensejajarkan keseimbangan pesawat dan memberikan pelatihan lebih untuk pilot dalam mengendalikan pesawat Boeing-737 Max 8, hasrat berkompetisi yang berlebih dari Boeing justru menjatuhkan namanya sendiri.

Watch video above for more details