Pengantin gay Thailand tempuh jalur hukum! Pasalnya mempelai tersbut merasa kecaman netizen sudah kelewat batas. Bahkan mereka menyebutkan kalau keduanya menerima ancaman mati.

Melansir Coconut, Senin (12 April), Suriya Koedsang salah satu mempelai itu melaporkan insiden yang mereka alami ke Ronnarong Kaewpetch dari Netwrok of Campaigning for Justice

Pengantin gay Thailand  tempuh jalur hukum usai menerima ancaman mati, mereka yang berkomentar negatif akan dilarang masuk Thailand

Suriya mengaku terpaksa menempuh jalur hukum lantaran menerima ancaman mati. Bukan hanya kepada sang suami, melainkan sampai kepada orang tua dan fotografer pernikahan mereka.

Ronnarong kemudian menuturkan, setiap orang Indonesia yang menuliskan komentar negatif kepada pasangan itu akan dilarang ke Thailand.

Setiap saat kalian datang ke Thailand, kami sudah siap dengan polisi untuk menahan kalian,” ancamnya.

Dihujat netizen Indonesia via Facebook usai mengunggah foto-foto pernikahannya

Hujatan bermula saat pasangan tersebut mengunggah foto pernikahan mereka via Facebook. Mayoritas warganet menyebutkan kalau pernikahan mereka “dilarang oleh Tuhan“.

Sebagai dampak dari pelanggaran tersebut, bisa saja akan berdampak pada “dunia kiamat“. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa laporan menuturkan bahwa netizen Indonesia juga melontarkan hinaan mulai dari ‘sialan‘ sampai dengan ‘orang gila‘.

Pengantin Gay Thailand Tempuh Jalur Hukum Usai Dapat Ancaman Mati Dari Netizen Indonesia
via Kumparan.com

Terkait hal itu, awalnya pasangan tersebut sempat memilih diam saat dipermalukan dan dibully netizen selama tiga hari tiga malam. Meski demikian, tidak sekali pun mereka membalas komentar tersebut.

Sriya mengaku menghormati semua agama dan gagal paham terhadap serangan netizen Indonesia

Pada akhirnya mereka menulis sebuah unggahan dalam bahasa Inggris. Di sanalah mereka mengaku ‘gagal paham’ kenapa netizen Indonesia justru menghujat mereka di hari bahagia.

Kami menikah di rumah saya sendiri. di negara saya. Kenapa mereka (netizen Indonesia) mempersoalkannya?” tutur mereka.

Kenapa kalian harus bersikap dramatis? Kenapa kalian bersikap kasar kepada kami? Perlukah saya menyembunyikannya jika saya tidak berbuat salah?” lanjut Suriya.

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=3684205748367962&id=100003357190596

Selain mengungkapkan perasaannya, Sriya juga mengaku bahwa dia sangat menghormati semua agama. Bahkan sempat belajar di Pattani, di mana Islam menjadi mayoritas pada daerah itu.

Suriya sendiri mengklaim bahwa keluarganya yang Muslim mendukungnya secara penuh. “Agama tak pernah mengajarkan membenci orang lain. Tapi menjadikan manusia yang baik,” tegasnya.

Untuk diketahui, hukum pernikahan sesama jenis tidak diakui di “Negara Gajah Putih”, tetapi RUU Kemitraan Sipil mandek selama bertahun-tahun.

Meski demikian, tidak sedikit juga netizen Indonesia ‘waras’ yang setuju bahwa tingkah ‘trolling’ dan budaya komentar negatif di internet kerap kali kelewatan.

Pasalnya tidak jarang mereka yang garang di internet mendadak menjadi ciut saat mendapatkan ‘teguran’ keras atau bahkan terjerat hukum.

Sering kan lihat permintaan maaf usai terkena batunya?