Kol Goreng: Nikmat Namun Mematikan

access_time 2 tahun yang lalu

Saat menikmati pecel ayam atau ayam penyet pastinya lebih nikmat jika disantap dengan sambal dan lalapan. Ada salah satu lalapan yang kerap menjadi pilihan para pengunjung kedai pecel yaitu, kol goreng.

Meski pada dasarnya kol memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengobati peradangan dan infeksi, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, hingga mencegah kanker.

Namun, semua manfaat ini akan berubah 180 derajat jika sayur ini digoreng. Melansir dari Detik Food ahli gizi  Jansen Ongko, mengatakan bahwa perlu hati-hati dalam menyantap makanan ini. Penggunaan api dalam menggoreng kol yang terlalu besar dapat menghancurkan beberapa jenis vitamin yang terkandung pada kol, seperti vitamin A, B, C, dan K.

Pada gerai pecel pingir jalan biasanya minyak yang digunakan adalah minyak yang sudah digunakan berulang kali. Menggoreng dengan minyak itu akan membuat kol mengalami proses oksidasi, sehingga kandungan radikal bebasnya meningkat. Hal itulah yang akan menyebabkan sel kanker dalam tubuh kita.

Menggoreng kol dengan durasi yang lama lama (warna kol menghitam) juga akan merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Senyawa ini juga yang kemudian bisa menjadi pemicu kanker.

Dengan kata lain kol goreng memamg berpotensi sangat besar untuk merangsang munculnya sel kanker untuk tumbuh tentram dalam tubuh pemakannya. Ditambah lagi Ketika digoreng dengan suhu yang tinggi, kol akan menyerap sebagian minyak goreng ke dalamnya. Kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam minyak goreng dapat memicu gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.

Masih tertarik makan kol goreng? Jika masih menginginkan kol goreng akun Twitter @anissaazkan memberikan tips membuat kol goreng rumahan seperti di bawah ini.

close

Kol Goreng: Nikmat Namun Mematikan

Search
close