Kenapa FTV dan Sinetron Indonesia Makin Absurd?

Kenapa FTV dan Sinetron Indonesia Makin Absurd?
access_time 1 bulan yang lalu

Beberapa kemungkinan alasan kenapa FTV dan Sinetron Indonesia absurd

Sinetron Indonesia punya reputasi yang cukup negatif sejak lama.

Meski sudah mengudara bertahun-tahun, kualitas program televisi yang satu ini masih minim peningkatan. Tiap tahun kritik dan teguran mencuat buat FTV dan sinetron.

Kenapa sinetron makin absurd? Berikut beberapa kemungkinan alasannya!


FTV dan Sinetron Indonesia selalu dikejar jam tayang

Suka atau tidak, FTV dan sinetron masih jadi salah satu tayangan paling populer di Indonesia.

Dengan demand yang begitu tinggi, penulis naskah pun dikejar 1 episode setiap hari karena harus kejar waktu tayang.

Sempitnya jangka waktu penulisan tentu berimbas pada kualitas. Penulis memangkas harus memangkas proses kreatif supaya naskah cepat kelar. Nggak heran, hasilnya pun “ala kadarnya.”

Via Giphy
Via Giphy
Baca juga: Swab Test Lewat Anus Mulai Diterapkan di Cina

Kehabisan ide

Senada dengan butir pertama, kebut-kebutan waktu pengerjaan tentu juga menguras kreativitas para penulis.

Mengingat mereka harus bekerja setiap hari tanpa libut, para penulis naskah tak selalu punya waktu untuk memikirkan alur cerita yang bagus, atau bahkan sekadar diterima nalar.

Contoh nyatanya terjadi pada sinetron “Anak Jalanan” yang debut pada tahun 2015.

Ketika itu, dua pemeran utama Anak Jalanan, Boy (diperankan Stefan William) dan Reva (Nathasha Wilona) pernah pacaran di dunia nyata.

Namun suatu hari Stefan mengundurkan diri dari peran tersebut. Demi memfasilitasi hal tersebut, karakter Boy pun terpaksa “dimatikan” meski membuat plot sinetron jaditak masuk akal.

Via Tenor
Via Tenor
Baca juga: Demon Slayer dan Earwig and the Witch Diajukan untuk Masuk Nominasi Oscar 2021

Marketing

Kanehan premis dan cerita sinetron juga bisa saja ditujukan untuk kebutuhan pemasaran.

Pasalnya, absurditas cerita, judul dan visual memang jadi materi template meme yang paling subur. Tak sedikit FTV dan sinetron yang akhirnya dikenal berkat guyon di jagat maya.

Jika mengutip pepatah Amerika, “any publicity is good publicity.”

close

Kenapa FTV dan Sinetron Indonesia Makin Absurd?

Search
close