Is GLASS Really A Disappointing Movie?

access_time 3 tahun yang lalu

Film Glass, karya M. Night Shyamalan menyisakan ‘mixed feelings’  bagi para pengikut sekuelnya, Unbreakable (2000)Split (2017).

Judul, alur cerita, dan eksekusi dari film ini menjadi sebuah kejutan. Melanjutkan penampakan David Dunn di ending film Split, Shyamalan mempertemukan para ‘Superhero’ buatannya di film ini, Mr. Glass a.k.a Elijah Price dan The Horde a.k.a Kevin Wendell Crumb. Kalau mengharapkan film ini banyak bercerita tentang Mr. Glass, atau pembahasan lebih lanjut tentang personalitas The Horde, maka kekecewaan yang akan didapat karena tidak semenitpun topik ini terangkat sepanjang film berputar.

Suksesnya film ‘Split’ di tahun 2017 membuat Shyamalan mendapatkan banyak kritik pedas dari para kritikus film international;

“Worst movie of 2019!” – Mick Lasalle of San Fransisco Chronicle

“Why was Shyamalan, who has directed at least four objective failures over the course of his career, allowed yet another chance to prove what a disappointment he can be?” Barry Hertz of Globe and Mail

“For all the hype behind these three characters meeting, and the years it took to get it off the ground, “Glass” is one big anti-climax.”Linsey Bahr of Associated Press

“Glass isn’t a terrible film but neither is it a particularly good one, and it certainly doesn’t stick the landing the way the filmmaker and his hardy fans have probably hoped.” Ty Burr of Boston Globe

Source: Rotten Tomato

Jalan cerita film ini diawali dengan penculikan 4 orang cheerleader untuk dikorbankan oleh The Horde dan dilanjutkan dengan penangkapan Kevin dan David ke Rumah Sakit Ravenhill untuk direhabilitasi dengan dipertemukannya kembali kepada Mr. Glass.

Peningkatkan ketegangan mulai dirasakan di pertengahan film, ketika ketiga Mr. Glass memprovokasi The Horde untuk menyerang David dan membuktikan kepada dunia bahwa keberadaan superhero itu benar. Sayangnya, the ending of this movie is a bit anticlimactic ketika ketiga ‘superhero’ ini dibunuh dengan sangat mudah di parkiran rumah sakit.

Film ini berakhir sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para superhero yang gugur, menunjukan kepada dunia bahwa superhero benar adanya melalui video CCTV rumah sakit yang, secara sengaja, tersebar melalui internet.

Secara keseluruhan film ini tidak seburuk yang tertulis di berbagai website review. Shyamalan sangat memperhatikan detil-detil kecil yang ada di film sebelumnya dan dikemas dengan fakta-fakta baru dalam setiap scene flashback yang ditampilkan.

Walaupun film ‘Glass’ dapat dibilang sebagai a Stand Alone Movie, para penonton tetap dianjurkan untuk menonton kedua sekuel sebelumnya untuk mendapatkan pengenalan yang lebih intim dari setiap karakter yang ditampilkan di film ini.

close

Is GLASS Really A Disappointing Movie?

Search
close