close

Indonesia Millennial Summit 2020: Membahas Empat Sudut Pandang yang Bisa Membangun Indonesia

By Ghesa Gafara
access_time 6 bulan yang lalu Comments

IDN Media kembali menggelar acara tahunan yang sangat inspiratif yaitu, Indonesia Millennial Summit (IMS). Acara ini merupakan gelaran terbesar dari IDN Media yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 Januari 2020.

Bertempat di The Tribrata, Jakarta. IMS adalah sebuah pertemuan independen yang membawa visi ‘shaping Indonesia’s future’. Indonesia yang saat ini sedang mengalami bonus demografi perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi tahun 2045 dimana jumlah aging population justru diprediksi akan lebih mendominasi.

Untuk membantu menjawab tantangan millenial Indonesia dimasa yang akan datang, IMS 2020 akan menghadirkan pembicara-pembicara dari beragam latar belakang yang siap berbagi pandangan dengan para peserta yang hadir.

Sedikit berbeda dengan IMS tahun lalu, tahun ini isu-isu yang dibahas dalam IMS akan dibagi dalam empat tema besar: Visionary Leaders, Future is Female, Talent Trifecta, dan Hijrah. Apa perbedaan keempat tema tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Visionary Leaders

Pada panggung ini, IDN Media menghadirkan pemimpin-pemimpin dari sektor publik dan privat untuk membahas isu sosial, politik, serta ekonomi yang ada di Indonesia.

Beberapa contoh isu yang akan dibahas adalah mengenai pembangunan sumber daya manusia, energi terbarukan, industri pariwisata, entrepreneurship, dan pembangunan di Indonesia Timur.

Panggung ini akan diisi dengan pembicara seperti; Erick Thohir (Menteri BUMN RI), Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Samuel Tabuni (Pendiri Yayasan Pendidikan Papua Maga dan Lembaga Bahasa Papua), dan masih banyak pembicara hebat lainnya.

2. Future is Female

IDN Media memberikan panggung yang didedikasikan bagi para perempuan Indonesia  untuk berbagi aspirasi, pengalaman, ambisi, ataupun kesulitan yang pernah mereka hadapi dan cara mereka mengatasinya.

Para perempuan yang menghadiri sesi ini diharapkan bisa mendapat inspirasi dan motivasi untuk menemukan suaranya sendiri dan ikut berkontribusi memajukan Indonesia.

Topik “Future is Female” akan menjadi sebuah sesi inspiratif bagi para perempuan. Melalui konferensi yang dihadiri oleh Luna Maya (Artis dan Pengusaha), Carline Darjanto (CEO, Founder, dan Creative Director CottonInk), Ria Sarwono (Founder, Brand & Marketing Director), dan Ykha Amelz (Ilustrator).

Future is Female” adalah sebuah gerakan pemberdayaan perempuan agar mereka dapat menyatakan pendiriannya, menyuarakan pemikirannya, dan berbagi tentang perjalanan mereka dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi perempuan di masa depan.

3. Talent Trifecta

Pembangunan Indonesia tentu tidak terlepas dari talenta generasi mudanya, mereka yang berkreasi dan berkarya tanpa batas. Untuk mengapresiasi prestasi serta karya anak muda Indonesia, IMS 2020 menyiapkan panggung bertema “Talent Trifecta”.

Pada panggung ini akan diisi dengan pembicara seperti Sayed Muhammad (Founder & CEO of USS Networks), Aqsa Aswar (Peraih Medali Emas Jetski di Asian Games 2018), Adib Hidayat (Editor-in-Chief Billboard Indonesia), Stephany Josephine (Pembawa Acara Narasi TV), dan tiga pembicara lainnya yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat.

4. Hijrah

Hijrah adalah salah satu fenomena sosial yang banyak mempengaruhi dinamika masyarakat Indonesia. Tentunya fenomena hijrah ini tidak hanya bisa dikupas di IMS 2020 hanya dari sisi religiusitas saja, tetapi juga sudut pandang lainnya, seperti gaya hidup dan ekonomi.

Karena itu, pembicara dari berbagai latar belakang juga siap dihadirkan untuk mengisi tema ini, mulai dari entrepreneur, figur publik, pemuka agama, hingga pemerintahan. Melalui tema ini, peserta diharapkan bisa lebih terbuka untuk memahami fenomena hijrah dari berbagai sudut pandang.

Topik terakhir adalah tentang arti yang sesungguhnya dari “Hijrah”. Bersama Ustaz Abu Fida (Pemuka Agama), Muzammil Hasballah (Pembaca Quran), Atiatul Muqtadir (Ketua BEM Universitas Gadjah Mada 2019), dan beberapa pembicara lain, kita diajak memahami konsep hijrah yang tetap sejalan dengan fakta keheterogenan masyarakat kita. Dengan demikian, diharapkan kita sebagai milenial dapat memahami arti toleransi secara lebih praktis.

Jika ingin membuka pikiran lebih luas lagi dan ingin tahu bagaimana cara orang-orang hebat berpikir, acara ini adalah salah satu jalan keluar yang bisa diambil. Tiket untuk menghadiri IMS 2020 bisa dibeli di sini.

close

Indonesia Millennial Summit 2020: Membahas Empat Sudut Pandang yang Bisa Membangun Indonesia