Foto Jenazah Korban Covid-19 Jadi Perbincangan Jagat Maya

Foto Jenazah Korban Covid-19 Jadi Perbincangan Jagat Maya
access_time 1 tahun yang lalu

Foto karya Joshua Irwandi ini menampilkan realita penanganan pasien covid-19

Fotografer asal Indonesia, Joshua Irwandi, baru-baru ini jadi pembicaraan di jagat maya. Lewat karya fotonya, ia menujukkan realita gelap pandemi lewat foto jenazah pengidap covid-19 yang selama ini luput dari sorotan publik.

Foto tersebut diunggah Joshua Irwandi ke laman instagramnya, Kamis (16/7) lalu. Foto tersebut memperlihatkan jenazah penderita covid-19 yang terbungkus dalam plastik dan terlihat menyeramkan.

Hingga kini, foto tersebut pun sudah disukai lebih dari 130 ribu orang dan dikomentari lebih dari 900 orang.

View this post on Instagram

To photograph the victims of coronavirus in Indonesia is the most heartbreaking, most eerie photography I have ever done. In my mind at the time I only thought what happened to this person may well happen to people I love, people we all love. I’ve witnessed first hand how the doctors and nurses are continuously risking their lives to save ours. They are the true heroes of this story, and the only way to appreciate their work is to follow what they advise us. We felt it was absolutely crucial that this image must be made. To understand and connect to the human impact of this devastating virus. The image is published here today as a reminder and a warning, of the ever looming danger. To inform us of the human cost of coronavirus and how world governments have let matters get so far. As we head towards the second wave of the pandemic, people must realise they cannot take this matter lightly. This photograph accompanies an article that appears in the National Geographic Magazine @natgeo in the new upcoming August 2020 issue. LINK IN BIO. It is also the first time I’d see the image in print. There are many people to thank, most notably @kayaleeberne, in which this is the first print NG story she edited; @jamesbwellford for reacting on the story from early on; @andritambunan, @kkobre, and @paullowephotography for their advice; and last but not least my mentor @geertvankesterenphoto for his unrelenting support since day one. I would like to dedicate this to the medical staff – whose selfless efforts allow us to continue to live. I am truly humbled to be in their midst countering this pandemic. And to my late Uncle Felix who, two years before he passed away earlier this year, sent me an email: ‘Keep on taking pictures and never fail to report to let the world know what has really happened.’ Please share this story and please act. This is the pandemic of our lifetime. We must win this battle. Supported by the @forhannafoundation and @insidenatgeo COVID-19 Emergency Fund for Journalist. @natgeointhefield #natgeo #joshuairwandi #natgeoemergencyfund #documentaryphotography #photography #covid19 #covidstories #nationalgeographicsociety #pandemic #stayathome

A post shared by Joshua Irwandi (@joshirwandi) on

“Ini adalah foto yang paling memilukan dan paling menyeramkan yang pernah aku potret”

Demikian tutur Joshua pada caption foto tersebut.

Dalam benak ku saat itu, aku hanya memikirkan apa yang terjadi pada orang ini mungkin saja terjadi juga pada orang-orang yang aku sayangi.”

Fotografer National Geography tersebut juga menyebutkan bahwa ia menyaksikan secara langsung bagaimana dokter dan suster bekerja sangat keras untuk menyelamatkan hidup para pasien.

Sejumlah petugas medis memasukkan peti jenazah pasien positif COVID-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (17/4/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/pras.

Sejumlah petugas medis memasukkan peti jenazah pasien positif COVID-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (17/4/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/pras.

Mereka adalah pahlawan seungguhnya dari kejadian ini, dan satu-satunya cara kita menghargai perjuangan mereka adalah dengan mengikuti instruksi yang mereka berikan pada kita.”

Menurut Joshua, foto tersebut menjadi pengingat dan peringatan atas bahaya yang selalu mengingati.

Dengan kita yang tengah memasuki gelombang kedua pandemi ini, semua orang harus menyadari pentingnya hal ini dan menyadari bahwa kita tidak boleh menganggap entang masalah ini.”

Jumlah kasus covid-19 di Indonesia masih begitu tinggi

Perlu diketahui pula, jumlah kasus covid-19 di Indonesia memang tergolong masih tinggi, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan melandai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan terpaksa harus memperpanjang PSBB hingga selama empat belas hari hingga akhir bulan Juli ini.

Data terbaru menunjukkan bahwa positivity rate harian di DKI Jakarta sebesar 10,5 persen. Perlu diketahui, positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes corona dengan total jumlah tes.

Selain positivity harian yang sempat tinggi, positivity mingguan pada pekan terakhir PSBB adalah 5,9 persen. Angka tersebut tentu mengkhawatirkan mengingat positivity rate yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) adalah di bawah 5 persen.

close

Foto Jenazah Korban Covid-19 Jadi Perbincangan Jagat Maya

Search
close