Curahan Hati dan Isi Kepala Hursa Dituangkan Lewat “Katarsis”

Curahan Hati dan Isi Kepala Hursa Dituangkan Lewat "Katarsis"
access_time 4 minggu yang lalu

Curahan hati dan isi kepala Hursa lewat album keduanya bertajuk “Katarsis” resmi dirilis! Setelah hampir dua tahun sejak merilis album perdana mereka “Harap dan Tuah” pada 2019, kini kuartet bergenre pop-turbo kembali dengan album studio keduanya.

Sebelumnya, Hursa lebih dahulu merilis empat buah single ‘penggoda’ lewat “Kabung”, “Hursa,Hursa”, “Ruang Tanpa Jenjang” dan “Rumangsa” bersama Sri Hanuraga.

Makna Katarsis yang berarti curahan hati dan pembersihan diri

Sebagaimana siaran pers yang diterima USS Feed, Katarsis bisa dartikan sebagai pembersihan diri. Di mana seseorang meluapkan isi hati dan emosi secara bebas untuk dapat merasakan hal positif dalam diri mereka.

Bila melihat karya Hursa di album ini, hal tersebut sagat bisa dirasakan. Pasalnya sebagian besar karya merupakan pengalaman dan buah pemikiran yang mereka rasakan selama proses pembuatan album ini.

Dengan ‘terbuka’ mereka membagikan kisah pribadi, keluarga, pasangan, pekerjaan, mimpi dan hal lainnya.

Album kedua sangat personal buat kita, karena selurhnya penggambaran dari pengalaman pribadi masing-masing personel yang kebanyakan terjadis saat proses penggarapan. Mulai dari diri sendiri, keluarga, percintaan, kerjaan sebagai musisi, dan cita-cita di tengah pandemi,” tutur Pandi, sang gitaris.

Hadirkan sejumlah kolaborasi

Berbeda denga album perdana yang seluruhnya digarap sendiri, album “Katarsis” mendapat dukungan dari beberapa seniman dalam proses produksinya.

Mulai dari Dissa Kamadjaya yang menjadi co-producer di lagu “Heylaa”, kemudian Enrico Octaviano yang mengisi drum pada “Kabung”, serta kolaborasi vokal oleh Neida pada lagu “Semusim Kelam”, dan tentunya pianis Jazz, Sri Hanuraga pada single “Rumangsa”.

Curahan Hati dan Isi Kepala Hursa Dituangkan Lewat "Katarsis"

Selain itu seluruh artwork digital mulai dari single pertama sampai album merupakan hasil kolaborasi dengan Agung Santoso, seniman asal Yogyakarata.

Band yang beranggotakan Gala (vocal; keyboard), Pandji (gitar), Irvan (synth; synth bass), dan Goldy (drum), berharap album ini dapat memperkenalkan Hursa lebih jauh ke publik, dan mampu berkembang dengan hal yang mereka yakini, sebagaimana tertuang dalam “Ruang Tanpa Jenjang”.

FYI, album ini sudah rilis sejak 27 Agustus dan dapat dinikmati pada seluruh platform music digital.

close

Curahan Hati dan Isi Kepala Hursa Dituangkan Lewat “Katarsis”

Search
close