#BlackoutTuesday Ramai di Sosial Media, Emang Guna?

#BlackoutTuesday Ramai di Sosial Media, Emang Guna?
access_time 2 tahun yang lalu

‘Banyak orang mempostingan foto hitam dengan #BLACKOUTTUESDAY!’

Timeline feed Instagram gua sejak sore kemarin (Selasa, 02 Juni 2020) diramaikan dengan banyak orang yang mengupload foto hitam dengan tagar tersebut, sepertinya itu merupakan bagian dari kampanye menyuarakan anti rasisme dan #BlackLivesMatter

Kampanye Blackout Tuesday awalnya digadang-gadang oleh para penggiat industri musik sebagai wujud dukacita atas kepergian George Flyod’s setelah Derek Chauvin (anggota kepolisian Minneapolis) menekan lehernya dengan lutut sampai Flyod kehabisan nafas.

Sejak tragedi itu terjadi, protes besar-besaran yang berujung pada tindak anarkis terus terjadi.

Kampanye #Blackouttuesday tidak efektif untuk menyuarakan pergerakan anti rasisme

Jika lo berfikir untuk mengikuti trend tersebut dan mempostingnya, please don’t! Seperti dikutip dari Vice.com, ternyata cara tersebut bisa dibilang SALAH dan tidak efektif sama sekali. Dimulai oleh Jamila Thomas dan Briana Agyemang, mereka menyarankan para penggiat dan industri musik untuk behenti sejenak dan memberikan perhatian kepada isue rasisme yang sedang terjadi.

Meskipun tujuan awal dari Blackout Tuesday adalah baik, nyatanya setelah banyak orang yang berpartisipasi malah menjadi tidak efektif dan lebih mirisnya pesan tersebut tidak ‘sampai‘. Ketika ada orang yang mencari informasi atau ingin mendapatkan update berita soal isu rasisme dengan menggunakan tagar #BlackLivesMatter, yang muncul malahan jutaan foto hitam tanpa informasi sedikitpun pada postingan tersebut.

‘Ketika kalian menge-cek tagar #BlackLivesMatter, sudah tidak ada lagi video, informasi berguna, dokumentasi ketidakadilan, yang muncul hanyalah barisan foto hitam.’ begitu tulis Kehlani pada Instagram story miliknya.

Selain dengan sosial media, ini cara lain yang efektif untuk menyuarakan anti rasisme

Mengingat begitu keras respon dari pemerintah AS, bisa saja mereka pada akhirnya memutuskan untuk memblokir akses penggunaan sosial media untuk bisa menyuarakan kampanya tersebut. Atas pertimbangan tersebut maka ada anjuran opsi lain yang bisa digunakan untuk terus menyuarakan kampanye anti rasisme tersebut, dan inilah beberapa caranya ;

Ikut protes dan ‘turun’ ke jalan, saat merasa diri sehat. Meskipun tidak sepenuhnya aman. Selalu ingat untuk mengunakan masker,menjaga kebersihan, jarak serta jangan banyak bicara atau berteriak. Jangan lupa bergabung dengan komunitas.

via Giphy.com

Memberikan donasi untuk biaya pembebasan mereka yang tertangkap saat melakukan protes, ada beberapa komunitas yang menggalang dana untuk itu lewat sosial media mereka (: The Philadelphia Mutual Aid Fund, D.C. Mutual Aid Fund, Detroit Sex Worker Mutual Aid Fund) dan masih banyak lagi.

via Vice.com

Bergabung dengan komunitas yang menyediakan bantuan, jika belum bisa memberikan donasi. Salah satu cara adalah bergabung dengan mereka dan membantu mendistribusikan kebutuhan seperti groceries, obat-obatan atau hand sanitizer, atau tawarkan bantuan sesuai skill yang dimiliki.

via Giphy

Gaungkan anti rasisme di mana pun, salah satunya di rumah. Tegur mereka jika ada yang secara tidak sengaja berlaku atau mengucapkan hal yang berbau rasisme. Jadilah motor perubahan di lingkungan lo!

via Giphy

Beberapa cara di atas hanyalah sebagian dari banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk terus bisa menyuarakan anti rasisme yang sedang terjadi di Amerika.

*klik di sini untuk info lebih lanjut

Isue rasisme bukan hanya terjadi di Amerika, melainkan di seluruh dunia. Termaksud di Indonesia, so the change always start from us, be the change you want!

close

#BlackoutTuesday Ramai di Sosial Media, Emang Guna?

Search
close