6 Buku Dr. Seuss Berhenti Terbit, Apa Alasannya?

Dr Seuss' books
access_time 8 bulan yang lalu

Enam buku Dr. Seuss kabarnya gak lagi diterbitkan karena buku-buku itu ‘menggambarkan orang dengan cara yang menyakitkan dan salah,’ kata perusahaan yang menerbitkan warisan penulis buku anak legendaris itu.

Judul-judul buku itu adalah:

  • And I Think That I Saw It on Mulberry Street
  • If I Ran the Zoo
  • McElligot’s Pool
  • “On Beyond Zebra!”
  • Scrambled Eggs Super!
  • The Cat’s Quizzer
Buku Dr. Seuss If I Ran The Zoo
via CNN

Buku-buku Dr. Seuss berhenti dijual karena dianggap kurang inklusif

Dr. Seuss Enterprises memutuskan hal ini setelah berkonsultasi dengan para guru, spesialis, akademisi, dan para ahli untuk me-review katalognya.

Menghentikan penjualan buku-buku ini hanyalah sebagian dari komitmen dan rencana kami yang lebih luas untuk memastikan katalog Dr. Seuss Enterprises mewakili dan mendukung semua komunitas serta keluarga,” kata Dr. Seuss Enterprises dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman ini dibuat pada hari Selasa kemarin, tepat saat hari ulang tahun mendiang penulis dan ilustrator buku anak itu.

And to Think That I Saw It on Mulberry Street
via CNN US

Dalam buku ‘And I Think That I Saw It on Mulberry Street‘, kritik tertuju pada karakter pria Chinese dalam ceritanya. Buku Dr. Seuss ini menggambarkannya dengan mata sipit sambil membawa sumpit dan mangkok.

Selain itu, buku berjudul ‘If I Ran to the Zoo‘ menggambarkan dua pria yang berasal dari Afrika. Namun, mereka digambarkan memakai rok rumput sambil menggendong hewan.

Karya yang mengandung konten rasis ini sudah ada sejak tahun 1920an

Dr. Seuss' The Cat's Quizzer
via CNN US

Theodor Seuss Geisel adalah salah satu penulis paling terkenal di dunia. Dia adalah orang di balik cerita klasik, seperti ‘The Cat in the Hat‘, ‘Green Eggs and Ham‘, bahkan ‘The Lorax‘ yang dijadikan film animasi itu.

Walaupun buku-bukunya terjual lebih dari 650 juta kopi di seluruh dunia, kerap kali ia menulis karya yang banyak orang anggap rasis.

Baca juga:

Contohnya, dulu di tahun 1920-an saat Seuss jadi murid di Dartmouth College. Saat itu, ia menggambarkan petinju kulit hitam sebagai gorila dan menggambarkan stereotip karakter orang Yahudi yang pelit. Ini dilansir dari sebuah studi berjudul ‘Research on Diversity in Youth Literature

Selain menunjukkan kerasisan yang terkandung dalam buku-buku Dr. Seuss, studi tersebut juga menyatakan kalau karya-karya ini melanggengkan White supremacy. Pasalnya, hampir semua karakter manusia di karya-karyanya adalah orang kulit putih, baik sengaja maupun tidak.

So, what do you guys think about this?

close

6 Buku Dr. Seuss Berhenti Terbit, Apa Alasannya?

Search
close